Pihak Polisi Selesaikan Gelar Perkara, Rekaman CCTV Kasus Kecelakaan Pelajar di Jaksel Sudah Dikantongi
Jatimcenter.com – Pihak kepolisian memastikan telah mengantongi bukti rekaman CCTV kasus kecelakaan maut yang menewaskan seorang pelajar di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dalam insiden kecelakaan tersebut juga melibatkan anak pejabat Polda NTB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan bahwa rekaman CCTV tersebut nantinya akan diproses dengan metode digital forensik sebagai alat bukti dalam kasus kecelakaan.
“Penyidik sudah memegang rekaman tersebut pada konteks peristiwa waktu kejadian,” ujar Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 5 April 2023.
“Sehingga Polda Metro Jaya tetap konsisten dan komitmen selain dari pada proses pengambilan keterangan secara verbal atau pemeriksaan para saksi-saksi, juga akan dilakukan secara saintifik,” sambungnya.
Trunoyudo mengungkapkan bahwa pihaknya kini membutuhkan waktu cukup lama untuk mengumpulkan bukti rekaman kamera pengawas dari berbagai titik.
Hal tersebut dikarenakan harus adanya proses surat-menyurat ke sejumlah instansi terkait seperti Dishub, dari Korlantas Polri dan juga PT DAS.
“Diperlukannya waktu bagi penyelidik untuk meminta atau surat-menyurat terkait dengan syarat formil untuk meminta rekaman CCTV, maka yang disampaikan apakah belum lengkap, karena memang proses surat-menyuratnya ini masih berjalan pada proses penyelidikan,” terangnya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan telah menyelesaikan proses gelar perkara terkait dengan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang pelajar inisial MS (18) pada hari ini Selasa, 4 April 2023,
Kasus kecelakaan tersebut melibatkan anak dari pasangan artis Ira Riswana dengan Kepala Biro Operasional Polda NTB, Kombes Pol Abu Bakar Tertusi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan dari hasil gelar perkara yang dilakukan adanya peningkatan status kasus kecelakaan tersebut.
“Adanya peningkatan status pada proses penyelidikan ini menjadi proses penyidikan,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di Polda Metro Jaya.